Cari Blog Ini

Selasa, 17 Agustus 2010

Liburan hampir berakhir

Benar- benar gak terasa, 6 hari lagi semester ganjil dimulai. Aku merasa menyesal karena gak ada persiapan sama sekali buat menghadapi semester 3. Entah kenapa mimikirkannya perasaanku hampa. Semester 3 pastinya aku bakalan dapat kanji yang lebih rumit dari sebelummnya, lebih banyak kosakata yang harus dihapalkan, tata bahasa yang bakalan semakin kompleks. Semakin lama matakuliah di jurusan sastra jepang semakin sulit. Itu sih jelas, masalahnya kuliah di sastra jepang itu kaya main game yang berlevel – level. Jadi kalo level satu gak lulus gak bisa lanjut level dua. Maka dari itu aku berusaha supaya lulus di setiap mata kuliah. Dan aku berusaha supaya gak meremehkan hal remeh. Aku kapok terlihat bodoh diantara orang pintar.

IPK semester 2 cukup mengenaskan. Turun sedrastis-drastisnya. Bikin aku shock sampai mangap. Bikin dik ichan kencing di celana. Bagaimana tidak, semester lalu nilai C hanya ada 1, sekarang ada 2, nilai B paling mendominasi matakuliah kejepangan, nilai A hanya pada mata kuliah umum. Tapi patut disyukuri semua mata kuliah lulu, dan setidaknya IPK-ku masih sekitar 3,...
Turunnya IPK-ku gak membuat orangtuaku marah atau mencoretku dari silsilah keluarga. Mendengar berita bahwa aku mendapat C di dua matakuliah, reaksi ibuku sih biasa aja, seolah aku ini memang sering dapat C. Selanjutnya bapakku bereaksi dengan bijak bagaikan seorang biksu suci memberiku nasehat bijak agar menjaga kesehatan,pola makan dan rajin olahraga. Oh bapakku kau memang paling mengerti diriku meski kau suka kentut sembarangan, terutama didepan anak-anakmu.

Setelah menerima “Rapor” dan mengurus KRS, hasrat untuk menghabiskan uang semakin kuat. Duit bulanan langsung aku belikan tiket pulang ke bontang buat lebaran. Trus aku bingung, sisa duitnya mau aku apain lagi ni. Oh ya, aku beli Charger hape, headset baru, asinan mangga, trus gtw apa lagi, lupa. Eh, duitnya masih tersisa. Untunng Mbak Vanny, teman sekamar kostku, ngajakin aku ke Jatim Park. Dalam hati aku menjerit senang. Udah setahun lebih di Malang tapi belum pernah ke Jatim park. Besoknya, berempat, aku, mbak vanny dan dua orang temennya, mbak Miftah dan mbak Ike jalan ke Jatim Park naik angkot charteran. Nyampek di Jatim Park aku beli tiket 35ribu rupiah. Tiket itu bisa buat masuk ke semua wahana. Kalo dipikir-pikir murah ya. Lewati acara foto-foto gak jelas di museum, langsung ke bagian aku ngantri buat masuk Rumah hantu dan mataku menatap sesosok cowok yang enak diliahat. Ehem, aku nelen ludah karena haus,untung aku bawa air minum, trus aku minum air biar aku rileks dan ga keliatan carper didepannya. Duh, aku gak bisa nahan gemesku pas mataku menangkap sosoknya. Rambutnya kribo kaya Nick Jonas, wajahnya tirus, kulitnya lumayan putih, pembawaanya cool tanpa senyum, kaos oblong hitam bikin dia keliatan tambah cool. Akhirnya Kita berempat masuk rumah hantu, gak taunya cowok berkausoblong itu dan temannya yang berkaus timnas spanyol itu ikut dibelaknga kita (Seneng deh). Baru jalan bentar aku udah teriak histeris gak karuan karena dikagetin ama boneka hantu yang digerakkan mesin. Ditengah jalan aku mandek gak mau jalan mabil teriak-teriak “Gak mau mbak van, aku mau pulang !” ketahuan deh asliku kalo aku sangat takut hantu. Aku didorong dari belakang supaya aku mau jalan. Tapi aku bersikeras gak mau jalan. Akhirnya cowok berkaus timnas spannyol maju ke barisan paling depan. Aku pikir kalau cowok berkaus timnas spannyol itu bakal bikin aku sedikit berani, tapi sebaliknya dia malah nakut-nakutin aku. Selama perjalanan menuju pintu keluar aku bersembunyi dibalik punggung mbak Miftah, aku bener-bener gak berani melihat sekitarku. Ihh serem. Keluar dari rumah hantu, mereka berlima ketwa terbahak-bahak, tapi aku malah diam dengan nafas tersengal sengal dan wajah pucat. Aku langsung minum air. Yah, ketauan deh aku penakut, aku meliahat ke arah cowok kaus hitam itu, dia tak bereaksi masi tetep cool . Aduh, aku malu banget.

Tidak ada komentar: